chiaright:

Begitulah kehidupan, Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.


— Rembulan Tenggelan di Wajahmu - Tere Liye

(via chiaright-deactivated20130821)

Bahkan bekas luka fisik pun kita tidak tahu. Seseorang yang berdiri di hadapan kita, boleh jadi di punggung, dada, lengan, paha, penuh dengan bekas luka fisik, tapi tertutup oleh pakaian, dan kita tidak pernah tahu.

Apalagi bekas luka hati. Kita lebih tidak tahu lagi. Seseorang di hadapan kita, selalu tersenyum, terlihat bahagia, boleh jadi penuh bekas luka di hati. Bekas-bekas luka yang memberikan pemahaman baik, dan kini membuatnya bahagia.

Ketika kita tidak bisa melihatnya, maka bukan berarti bekas luka itu tidak ada.

Darwis Tere Lije (via yuniarisa)

Dan tunas-tunas perasaanmu tak bisa kaupangkas lagi. Semakin kau tikam, dia tumbuh dua kali lipatnya. Semakin kauinjak, helai daun barunya semakin banyak.

Novel ‘Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin’. Tere Liye (via ganbarimashou)

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia,
Dan kau ada diantara milyaran manusia,
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu,
Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku,
Cintaku padamu~

Maudy Ayunda - Perahu Kertas :’)

(Source: witha-kiwipineapple-parasol)